spacer.png, 0 kB

User Login






Lost Password?
No account yet? Register
Azyumardi Azra
Career Highlights :
  • Guru Besar Sejarah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta (2007 - sekarang)
  • Deputi Sekretaris Wakil Presiden RI Bidang Kesejahteraan Rakyat (2007 - 2009)
  • Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (dua periode; 1998-2006)
  • Anggota Komite Nasional Sejarah Indonesia (1998 - sekarang)
  • Member of the International Association of Historian of Asia (IAHA) (1998 - sekarang)
  • Professorial Fellow, University of Melbourne (2004-2009)
  • Member of Advisory Board, United Nations Democracy Fund (UNDEF), New York (2006-sekarang)

spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
Home arrow News arrow Latest News arrow Wapres akan Bangun Pesantren Modern di Poso
Wapres akan Bangun Pesantren Modern di Poso Print E-mail
Source: Kompas   
Friday, 26 January 2007
JAKARTA, KOMPAS- Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan untuk memberikan persepsi tentang Islam yang lebih luas dan terbuka pascakonflik antara warga dan aparat Kepolisian di kawasan Tanah Runtuh, Gebang Rejo, Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), akan dibangun pesantren modern seperti pesatren yang ada di Gontor, Jawa Timur.

Pernyataan Wapres Kalla itu disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ciputat, Azyumardi Asra, seusai bertemu dengan Wapres Kalla, Jumat (26/1) siang di Istana Wapres, Jakarta. "Wapres bercerita bahwa pemerintah akan membangun pesantren dengan model Gontor, dengan kurikulum moderen yang menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggeris dan bahasa Arab. Kalau dibangun sekolah umum, tidak terlalu cocok dengan masyarakat yang mungkin menginginkan pesantren. Kalau dibangun itu, persfektif Islam bisa menjadi lebih luas dan terbuka, sehingga tidak mudah direkrut oleh kelompok kecil tersebut," ujar Azyumardi.

Menurut Azyumardi, masyarakat di Tanah Runtuh juga hendaknya dipisahkan antara mereka yang sudah terindoktrinasi dan yang belum terindoktrinasi oleh kelompok tersebut.  Selain itu juga harus diimbangi dengan pemberdayaan ekonomi juga pendidikan kewarganegaraan dan lainnya.   

Azyurmadi juga mengungkapkan untuk memberikan penjelasan mengenai bentrokan yang terjadi di Tanah Runtuh baru-baru ini, Wapres juga akan mengumpulkan tokoh-tokoh dan ulama serta Partai Islam di kediaman dinasnya di Jalan Diponegoro. Di situ juga akan ditayangkan film tentang aktivitas kelompok kecil tersebut di Tanah Runtuh.

Sementara, saat keterangan pers rutin seusai sholat Jumat, Wapres menyatakan bahwa kasus yang terjadi di Poso bukanlah konflik antar agama, akan tetapi kriminal biasa di mana kelompok kecil itu melakukan teror dan melakukan perlawanan.

Laporan Wartawan Kompas Suhartono

 
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB
spacer.png, 0 kB